DPRD KukarPariwara

Taufik Ridianur: Pertanian di Hulu Kukar Adalah Aset, Bukan Sekadar Profesi

 

Garda.co.id, Kukar – Dari lereng hijau hingga lahan sawah yang terbentang luas di bagian hulu Kutai Kartanegara, sektor pertanian menyimpan denyut kehidupan yang kuat bagi ribuan keluarga petani.

Inilah yang terus diperjuangkan Taufik Ridianur, anggota DPRD Kukar dari Fraksi PDI Perjuangan, agar pertanian tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan berkembang menjadi penggerak ekonomi desa.

Taufik menegaskan bahwa sektor pertanian harus ditempatkan sebagai prioritas pembangunan, khususnya di wilayah Dapil VI yang ia wakili. Kawasan ini meliputi tujuh kecamatan—dari Muara Muntai hingga Tabang—yang mayoritas warganya hidup dari bertani, berkebun, dan bercocok tanam.

“Banyak warga kami yang menggantungkan hidup dari bertani, baik padi, jagung, hingga kelapa sawit. Jadi perhatian terhadap pertanian adalah perhatian terhadap masa depan keluarga mereka,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Kukar yang bermitra langsung dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan, Taufik memiliki ruang yang kuat untuk menyuarakan aspirasi para petani. Ia tak ingin sektor ini hanya dijadikan wacana atau seremoni bantuan musiman.

Menurutnya, pertanian tak cukup disokong dengan niat baik. Harus ada langkah nyata yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Insya Allah, akan ada bantuan-bantuan yang disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bantuan tersebut mencakup bibit unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pelatihan peningkatan kapasitas petani.

Taufik juga menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan program. Ia percaya bahwa kesuksesan pembangunan pertanian hanya bisa diraih jika ada dialog terbuka antara pemerintah desa, kelompok tani, dan instansi terkait.

“Program yang baik adalah yang mendengar suara petani sebelum diterapkan,” tegasnya.

Ia tidak menutup mata bahwa tantangan di wilayah hulu Kukar cukup kompleks. Selain akses yang terbatas, lahan pertanian kerap terganggu oleh persoalan infrastruktur jalan dan minimnya fasilitas pendukung.

BACA JUGA :  Sosialisasi Perda Hukum Adat, Veridiana Tak Ingin Masyarakat Adat Terusir di Negeri Sendiri

Namun Taufik yakin, jika semua pihak bersinergi, pertanian di daerah pelosok bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang luar biasa.

“Petani kita itu pekerja keras. Tapi mereka butuh dukungan yang konsisten. Perlu sinergi antara perangkat desa, OPD teknis, dan tentu saja dorongan dari DPRD,” kata Taufik.

Ia menutup dengan keyakinan, bahwa kemajuan pertanian adalah jalan panjang menuju kemandirian desa dan ketahanan pangan daerah. Lewat perannya di legislatif, Taufik berkomitmen untuk terus menyuarakan harapan para petani.

“Pertanian bukan hanya soal produksi pangan. Tapi juga tentang harga diri petani, keberlanjutan desa, dan masa depan generasi berikutnya. Kami akan terus kawal agar sektor ini mendapat perhatian yang sepadan,” pungkasnya. (Adv/fa)

Back to top button