Piala Soeratin Samarinda Digelar, Rasman Sebut Bagian Dari Pembinaan Atlet Muda
Garda.co.id, Samarinda – Piala Soeratin U-13 dan U-15 Kota Samarinda resmi digelar, bertempat di Stadion Gelora Kadrie Oening, Sempaja. Kejuaraan ini akan berlangsung hingga 2 Juli mendatang.
Puluhan tim turut meramaikan piala bergengsi tersebut dengan masing masing 10 tim di kategori U-13 dan 12 tim di kategori U-15 perwakilan dari klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Kota Samarin.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Rasman membuka Piala Soeratin U-13 dan U-15 pada Senin (09/06/2025) pagi.
Pada kesempatan tersebut Rasman mengungkapkan bahwa kejuaraan kelompok usia ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional.
“Piala Soeratin ini menjadi rangkaian penting dalam pembinaan usia muda yang terencana. Ini adalah wujud nyata dukungan terhadap percepatan pembangunan sepak bola nasional sebagaimana instruksi Presiden,” jelasnya.
Dispora Kaltim turut mendukung kejuaraan tersebut dengan memberikan dukungan anggaran pada kategori U-15, sedangkan kategori U-13 dilakukan secara mandiri tiap-tiap Askot/Askab di kabupaten dan kota. Perbedaan dukungan ini tidak mengurangi esensi dari piala soeratin.
“Justru ini menjadi peluang agar setiap daerah benar-benar melakukan seleksi atlet secara objektif dan serius. Nantinya, pemenang di tingkat kabupaten/kota akan bertanding di kejuaraan tingkat provinsi yang akan digelar Juli mendatang,” ujarnya.
Rasman menyampaikan dalam pelaksanaannya, Piala Soeratin merupakan bagian dari pembinaan atlet jangka pajang dalam mempersiapkan kejuaraan nasiojal seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan PON.
Dirinya menilai Para pemain yang berlaga di U-15 saat ini akan menjadi harapan Kaltim di masa yang akan datang sehingga proyeksi pembinaan harus dilakukan dengan tepat
“Pemain-pemain U-15 saat ini, lima tahun ke depan akan masuk usia emas dan siap berkontribusi untuk daerah di ajang nasional,” terangnya.
“Dalam undang-undang keolahragaan disebutkan bahwa pembinaan harus dilakukan secara terencana, sistematis, terpadu, dan berkelanjutan. Inilah contoh konkret dari upaya tersebut,” sambung Rasman.
Sebelum mengakhiri, Rasman memberi apresiasi terhadap Pemerintah Kota Samarinda serta Askot PSSI Samarinda telah menyelenggarakan kejuaraan bergensi ini.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Samarinda, yang telah menyelenggarakan turnamen ini sebagai bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet di daerah,” pungkasnya. (Dry/Adv/DisporaKatim)






