DPRD SamarindaDPRD SamarindaPariwara

Pembangunan Fokus Di Tengah Kota, Angkasa Sampaikan Teori Bubur Panas.

Garda.co.id, Samarinda – Pembangunan di Kota Samarinda saat ini masif dijalankan, terkhusus di pertengahan kota. Ternyata hal tersebut memiliki dampak negatif, yakni tidak berjalannya roda perputaran transportasi yang efektif dan efisien. Sehingga, membuat para masyarakat menjadi resah dengan hal tersebut.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya. Menilai hal ini seharusnya menjadi bagian dari cara berpikir yang efektif. Menurutnya Walikota seharusnya berpikir dan melihat titik kebutuhan masyarakat itu sebenarnya berada dimana.

“Walikota harus berpikir dan melihat dimana titik kebutuhan masyarakat, pinggiran kota, maka pinggiran kota yang saya bangun.Tapi ketika orang melihat kebutuhan masyarakat samarinda saat ini di tengah kota, maka tengah kota yang di bangun,” ucap Angkasa Jaya, pada Rabu (05/06/2024).

Namun Angkasa mempertanyakan, apakah hal ini merupakan suatu kebutuhan ataukah hanya kepentingan belaka oleh para pemangku jabatan.

Dirinya memberikan contoh yakni tentang pembangunan terowongan dan teras Samarinda. Menurutnya masih banyak alternatif lain yang bisa dijadikan solusi.

“Itu harus di pertanggung jawabkan, jika keinginan. Karena yang penting itu kebutuhan masyarakat yang di perlukan untuk mengurangi kemacetan. Apakah ada alternatif lain selain terowongan? Ya ada, artinya masih bisa itu dengan budget yang lebih kecil,” tegasnya.

“Apalagi di tengah kota yang ada, seperti teras samarinda apakah itu juga kebutuhan masyarakat. Jadi kalo semua terpusat nya di kota, maka pinggiran itu akan terabaikan,” sambung Angkasa.

Politisi kelahiran Balikpapan itu tidak melihat adanya kebutuhan pembangunan yang telah di kerjakan. Karena banyaknya kepala daerah yang melihat kebutuhan masyarakat kota adalah dari pinggiran kota. Sehingga yang terjadi saat ini hanyalah menunggu kepastian.

BACA JUGA :  DPRD Berharap Adanya Sinergitas Antara Pemerintah Kota Dengan Pengelolaan Parkir

“Kalau mau sukses pakai teori bubur panas, bubur panas itu jangan kau makan di tengahnya makan tuh dari pinggiran, maka semua itu akan kau makan dengan enak. Tapi kalau kau makan di tengahnya itu akan panas. Ya contohnya terowongan, teras samarinda, gor, itu makan bubur panas dari tengah. Selesai gak pembangunan itu di masa akhir jabatannya itu,” ucap Angkasa dengan perumpamaannya.

Dengan demikian, dirinya menilai pembangunan yang hanya terpusat di tengah kota menampakkan perbandingan sosial yang tinggi. Sebab, secara sosial dirinya melihat pemerintah hanya ingin membangun jati dirinya sendiri dan bukan membangun kebutuhan masyarakat dan kepentingan kota.

“Itu adalah investasi politik di masa yang akan datang,” tutup Angkasa dengan kesimpulannya. (Dery/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button