Agusriansyah Sebut Belum Meratanya Aliran Listrik Jadi Salah Satu Faktor Penghambat Program Wifi Gratis
Garda.co.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan menyoroti program wifi gratis dari Pemprov untuk meningkatkan pelayanan publik di seluruh desa-desa.
Namun dibalik program unggulan ini, Agusriansyah menyampaikan salah satu ancaman tidak berjalan optimalnya program tersebut yakni belum meratanya aliran listrik di desa-desa.
“Program Wi-Fi gratis di setiap desa sangat penting. Mudah-mudahan skemanya sudah betul-betul dipersiapkan oleh pemerintah provinsi. Jangan sampai program yang artinya sudah disiapkan di tahun 2025 ini terkendala persoalan misalnya daya dukung tenaga listriknya,” sebutnya
Sebagai informasi, sebanyak 841 desa akan menerima layanan internet gratis yang telah diluncurkan pada April 2025 lalu oleh Gubernur Rudi Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Namun, dari data menunjukan sejumlah daerah menunjukan butuhnya aliran listrik secara merata ke wilayahnya yakni Kutai Timur, Berau dan Mahakam Ulu. Dengan kondisi ini, sejumlah kajian telah dilakukan seperti pemasangan pembangkit tenaga surya atau sistem hybrid sebagai solusinya.
Agusriansyah mendorong pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota melakukan sinergi agar program ini dapat berjalan efektif dan merata. Menurutnya, kestabilan akses internet sangat mendukung seluruh kegiatan pendidikan, pelayanan publik, hingga ekonomi digital.
“Mudah-mudahan wilayah-wilayah yang belum ada PLN-nya itu bisa dipikirkan tenaga listrik yang bisa mensupport program Wi-Fi gratis tersebut. Ini sangat kita harapkan karena ini juga merupakan bagian daripada program-program unggulan yang dimiliki oleh Pemprov Kalimantan Timur,” ucapnya.
Masyarakat di perdesaan berharap besar terhadap realisasi program ini karena dapat membantu anak-anak mengakses pendidikan daring dan pelaku usaha kecil terhubung ke pasar digital.
“Program Wi-Fi gratis ini tidak sekadar soal koneksi, tapi tentang membuka akses ke dunia yang lebih luas bagi masyarakat desa. Tanpa listrik, koneksi itu tidak akan ada,” pungkas Agusriansyah. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






