Sarkowi Sebut Keberhasilan Anak Di Dunia Pendidikan Menjadi Tanggungjawab Bersama Bukan Hanya Pemerintah
Garda.co.id, SAMARINDA – Program Gratispoll yang menyasar pendidikan gratis dengan membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mendapat sorotan tajam. Setelah keluarnya informasi mahasiswa yang ditanggung UKTnya hanya yang sesuai dengan batas yang ditentukan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, meminta orang tua juga untuk ikut terlibat dalam membiayai anaknya dalam melanjutkan pendidikan dan tidak menitikberatkan pada pemerintah.
“Meskipun sebenarnya kalau kita bicara soal Gratispol kadang kita berpikir bahwa sebelum ada program Gratispol itu, para orang tua yang memang sudah mampu. Tapi begitu ada Gratispol seolah-olah semuanya ingin dibiayai,” ungkapnya.
Dirinya menyampaikan bahwa program yang dihadirkan pemerintah bukan sebagai bentuk tanggung jawab penuh melainkan bantuan pendidikan.
“Maksud saya, adil itu kan tidak harus merata juga. Kalau kita jadi orang tua, ada pemerintah membantu, memberikan bantuan. Orang tua juga terlibat jangan semua diserahkan ke pemerintah,” terangnya.
Sarkowi mencontohkan terkait besaran UKT dengan ambang batas tertentu yang ditanggung pemerintah. Dirinya menilai, wajar jika orang tua terlibat dalam menanggung sebagian biaya.
“Sama misalnya kalau batas atasnya UKT lima juta, ternyata UKT-nya enam juta. Masa nambahin satu juta tidak mau? Kalau belum ada program pemerintah, dia harus bayar enam juta. Sekarang cuma bayar satu juta. Jadi proses penyadaran itu penting juga bagi orang tua,” tekannya.
Dirinya menambahkan bahwa pentingnya memberi pemahaman terkait keberhasilan pendidikanan adalah tanggung jawab bersama bukan hanya menjadi tugas pemerintah.
“Bahwa orang tua juga punya kewajiban untuk mendidik anaknya, termasuk menyekolahkan anaknya. Jangan kemudian ini seolah-olah dari sisi pembiayaan, dia lepas tangan sama sekali. Ya tidak lah,” imbuhnya.
Sarkowi menegaskan pentingnya sinergitas semua pihak dalam keberhasilan program pendidikan gratis ini.
“Secara pendidikan itu kan tanggung jawab semua. Pemerintah punya tanggung jawab, orang tua punya tanggung jawab, perguruan tinggi juga punya tanggung jawab,” tandasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






