Jadi Perhatian Serius, Salehuddin Sebut Sektor Pendidikan Harus Segera Ditangani
Garda.co.id, Samarinda – Melihat sektor pendidikan yang memperihatinkan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Salehudin, mendorong pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memberikan perhatian lebih terhadap sektor Pendidikan.
Melihat Data terbaru dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Ristek per 29 Juni, mencatatkan ribuan anak di Kukar putus sekolah dan yang lebih parah lagi belum pernah merasakan pendidikan formal.
Sebagai informasi, sebanyak 1.911 anak lulusan SD di Kukar tidak melanjutkan ke jenjang SMP, kemudian 2.400 anak lulusan SMP tidak berlanjut ke SMA. Tidak hanya itu, terdapat 3.298 anak yang berhenti sekolah, dan 6.000 anak lainnya sama sekali belum merasakan bangku sekolah.
Beberapa kecamatan, seperti Samboja dan Tenggarong, memiliki angka yang cukup mengkhawatirkan. Di Samboja, terdapat 360 anak yang tidak bersekolah, sementara di Tenggarong ada 384 anak.
Dirinya mengungkapkan dengan kondisi seperti ini sudah seharusnya sektor pendidikan menjadi perhatian serius. Tak main main dampak yang akan terjadi ketika kondisi seperti ini masih terus berlangsung menyebabkan ketimpangan di berbagai sektor dalam daerah tersebut.
Menurutnya, penyebab anak anak mengalami putus sekolah ini perlu ditelusuri, apakah karena faktor keterbatasan ekonomi keluarga atau rendahnya minat anak anak untuk melanjutkan pendidikan.
“Kalau saya pikir ini menjadi catatan penting dan masalah yang harus kita selesaikan bersama. Apakah karena anak-anak tidak mau sekolah atau karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, terutama di daerah yang dekat dengan perkebunan,” terangnya.
Dalam upaya mengatasi masalah putus sekolah dikarenakan faktor ekonomi, Salehudin berharap agar program program beasiswa yang ada seperti Kukar Idaman dan Kaltim Tuntas, benar-benar tepat sasaran.
Adanya beasiswa pada anak anak sekolah menjadi salah satu solusi untuk mendorong mereka agar tetap bisa merasakan nikmatnya menempu pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Beasiswa ini kita dorong agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Selama ini kan ada kategorinya, seperti afirmasi dan sebagainya, tapi kita perlu fokus lebih pada kategori kurang mampu di daerah dengan tingkat putus sekolah yang tinggi,” pungkasnya. (Dery/Adv/DPRDKaltim)






