DPRD KALTIMPariwara

Ingin Tekan Angka Stunting, Ananda Minta Layanan Kesehatan Bergerak Optimal

Garda.co.id, Samarinda – Penurunan angka stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) terus kejar. Pemerintah pusat menargetkan prevalensi turun jadi 14 persen pada 2024 namun untuk Kaltim baru bisa mencapai angka 22,2 persen di 2024 yang sebelumnya 22,8 persen di 2021.

Melihat hal ini, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyoroti lambannya penurunan angka stunting di daerah. Pemerintah provinsi bergerak cepat dan serius menangani tingginya angka stunting di Kaltim.

β€œKami di PDIP maunya 0 persen. Bagaimana mau menuju generasi emas 2045 kalau stunting masih tinggi?,” terangnya.

Ia mengarakan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dan perhatian terhadap kesehatan remaja putri agar siap menjalani kehamilan yang sehat. Ananda mengungkapkan bahwa Kekurangan gizi pada fase tersebut menjadi pemicu utama dalam stunting.

Ananda juga mendorong penguatan tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Posyandu dan Puskesmas. Ia menjelaskan stunting tidak hanya berkaitan dengan fisik anak namun juga kemampuan otaknya.

Meski pemerintah telah mengklaim 5.000 lebih Posyandu telah bergerak optimal. Namun, Ananda malah mempertanyakan efektivitasnya. β€œYang penting bukan jumlahnya, tapi apakah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebelum menutup, Ananda menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan dasar hingga rumah sakit sehingga penanganan stunting di Kaltim dapat derdampak nyata bagi anak. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

BACA JUGA :  Sinergi PKK dan Pemerintah Daerah Kukar dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Back to top button