DPRD KukarPariwara

Ahmad Yani, dari Balik Layar hingga Kursi Pimpinan DPRD Kukar

Garda.co.id, Kutai Kartanegara– Ahmad Yani tahu betul bagaimana denyut kerja legislatif di Kutai Kartanegara. Ia tidak datang tiba-tiba ke panggung utama. Kiprahnya dimulai dari balik layar sebagai tenaga ahli di DPRD Kukar sejak 2007, sebuah posisi yang membentuknya memahami seluk-beluk parlemen dari akar.

Kini, namanya diajukan sebagai calon pengganti almarhum Junaidi dalam Rapat Paripurna ke-3 DPRD Kukar, Senin (5/5/2025), untuk menempati posisi Ketua DPRD. Proses administrasinya tengah berjalan, namun semangat Ahmad Yani telah jauh melangkah ke depan.

“Saya mulai dari tenaga ahli DPRD sejak 2007, lanjut terus sampai 2010. Dari situ saya belajar memahami kerja-kerja DPRD. Jadi saat diberi amanah, saya tinggal jalankan saja dengan tujuan yang sudah saya pahami,” ujar Yani mengenang awal perjalanannya.

Tak hanya berpengalaman, Yani juga piawai memainkan peran di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjadi anggota Komisi I, kemudian berpindah ke Komisi III, hingga memimpin sebagai Ketua Komisi III. Pada periode 2019–2024, ia dipercaya menjadi Ketua Bapemperda DPRD Kukar.

Di masa itu, ia turut mengawal lahirnya sekitar 153 Raperda yang menurutnya menjadi tonggak penting pembangunan berbasis regulasi.

“Semua pembangunan harus didahului dengan regulasi. Kalau tidak, ya arahnya tidak jelas. Perda itu semangatnya membangun,” tegasnya.

Salah satu momen penting dalam rekam jejaknya adalah penyusunan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah). Baginya, dokumen itu ibarat kitab suci pembangunan.

“Kalau RPJPD sudah jadi, maka tinggal menyesuaikan RPJMD kepala daerah berikutnya. Kita sudah punya fondasi. Asal semuanya sesuai dengan RPJPD dan RTRW, insyaAllah pembangunan akan adil dan berkelanjutan,” ucapnya mantap.

Kini, dengan rekam jejak legislasi yang matang dan pengalaman memimpin di berbagai lini, Ahmad Yani bersiap membawa DPRD Kukar ke arah yang lebih profesional, kolaboratif, dan berpihak pada rakyat. (Adv/fa)

BACA JUGA :  Soal Rencana Revitalisasi Pasar Pagi, Joha : Masyarakat Harusnya Dilibatkan
Back to top button