DPRD Kukar Dorong Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Perlindungan Anak
Garda.co.id, Tenggarong– Perlindungan anak tidak hanya hadir dalam bentuk pengawasan, tetapi juga harus diwujudkan melalui pengetahuan yang tepat.
Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Akbar Haka Saputra, menilai pentingnya memberikan pendidikan seksual sejak dini bagi anak-anak.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar, beberapa waktu lalu, di ruang rapat Komisi I DPRD Kukar, yang membahas kasus dugaan pencabulan terhadap santri di salah satu pesantren di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Meski sering dianggap tabu, Akbar menegaskan pendidikan seksual bukan sekadar membicarakan hal-hal sensitif.
“Pendidikan seksual bukan berarti menyalin budaya luar, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga anak-anak kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan seksual adalah cara menanamkan pemahaman dasar tentang tubuh dan batasan diri.
Anak-anak harus tahu bagaimana menghargai tubuh mereka, memahami batasan, dan berani berkata tidak jika ada yang tidak benar.
Menurut Akbar, bekal seperti ini sangat penting agar anak-anak lebih percaya diri dan mampu melindungi dirinya.
Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa lebih tanggap saat menghadapi situasi yang berpotensi merugikan.
Ia menekankan, pendidikan seksual bisa diberikan secara bertahap sesuai usia anak. Mulai dari mengenalkan anggota tubuh, cara menjaga kebersihan, hingga mengajarkan batasan yang tidak boleh dilanggar orang lain.
“Kalau kita ingin melahirkan generasi emas yang sehat dan kuat, maka sejak dini mereka harus dibekali pengetahuan yang tepat. Ini bagian dari kasih sayang kita pada anak-anak,” tegas Akbar.
Akbar meyakini, pendidikan seksual tidak hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga membantu orang tua dan guru memahami cara mendampingi mereka.
Dengan begitu, ekosistem pendidikan menjadi lebih aman, sehat, dan ramah anak.
Ia menambahkan, pembahasan ini harus terus digencarkan di berbagai forum, termasuk di ruang kebijakan. DPRD Kukar sendiri berkomitmen mendorong sosialisasi yang terarah dan sesuai nilai budaya lokal.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kita wajib menjaga mereka, bukan hanya dengan aturan, tetapi juga dengan pengetahuan yang membuat mereka mampu menjaga dirinya sendiri,” pungkas Akbar. (Adv/fa)






