Pariwara

Petugas IPA PDAM Samarinda Kerja Keras Mengatasi Air Bangai

Samarinda, Garda.co.id –  Menghadapi kondisi air baku Sungai Mahakam yang berubah warna kemerah merahan alias bangai membuat petugas operator di semua Instalasi Pengolahan Air ( IPA) Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda harus bekerja extra.

Petugas harus lakukan pencucian filter 2 sampai 3 kali dalam sehari untuk menjaga kualitas produksi agar selalu terjaga kualitasnya.
Hasil produksi air bersih di beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda yang sumber air bakunya dari Sungai Mahakam mengalami penurunan debit produksi hal ini disebabkan adanya perubahan warna kemerah merahan alias bangai di Sungai Mahakam. Demikian di katakan Direktur Teknik Ali Rachman, AS didampingi Manager Produksi Syarif Rachman Hakim melalui Asisten Manager Kesektariatan dan Humas HM Lukman, Jumat 5 Maret 2021

“Benar saat ini kondisi air baku Sungai Mahakam sedang merah alias bangai, ini yang menyebabkan penurunan debiy dan kualitas produksi beberapa IPA kami yang sumber air bakunya dari Sungai Mahakam, petugas harus kerja extra lakukan pencucian filter 1 sampai 3 kali dalam sehari,” jelasnya.
Ditambahkannya saat kondisi air Mahakam bangai perlakuan pengolahan air di IPA sangat menyulitkan petugas untuk diolah menjadi jernih. Petugas harus kerja extra dengan menambahkan zat kimia kaolin dan PE untuk menghasilkan produksi yang jernih dan berkualitas itupun juga harus mengurangi kapasitas produksi.

“Kondisi air bangai simalakama bagi kami. Air bisa diproduksi dengan kualitas jernih namun harus diminimalisir kapasitasnya, debit diturunkan untuk hasil jernih dan berkualitas. Namun dampaknya banyak wilayah yang komplain karena tidak dapat aliran distribusi terutama wilayah jauh dan tinggi. Tentunya banyak pelanggan yang komplain ga dapat aliran. Demikian juga jika produksi di maksimalkan hasil produksi keruh dan pastinya lebih banyak pelanggan yang komplain,” tandasnya.

Untuk itu dirinya mewakili manajemen memohon maaf atas terganggunya dan ketidak nyamanan layanan ini dan berharap di wilayah Samarinda sering ada hujan dengan intensitas tinggi agar bisa membantu menetralisir air baku Sungai Mahakam kembali normal agar aliran lancar. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button