DPRD SamarindaPariwara

Menjadi Program Unggulan Pemkot Samarinda, Rohim Sebut Probebaya Masih Miliki Kelemahan

Garda.co.id, Samarinda – Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Pemerintah Kota Samarinda telah melakukan agenda lanjutan mengenai klarifikasi isu yang terjadi pada program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya)

Agenda yang dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), bertujuan menindaklanjuti terkait klaim sukses yang disampaikan oleh Wali Kota terhadap program Probebaya tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menyampaikan beberapa catatan terkait program andalan Pemkot Samarinda tersebut. Meski program tersebut diakui berhasil, Dirinya menyoroti kelemahan dan penyalahgunaan program tersebut sebagai alat politik.

“Kami bertugas merivew dan mengklarifikasi apakah benar sesukses yang disampaikan oleh Pak walikota terkait dengan Probebaya, karena di lapangan, kami banyak menerima aduan-aduan masyarakat yang mengindikasikan ada masalah,” ungkapnya.

“Yang diadukan kepada kami bahwa apa yang dilakukan dan realisasi dari program Probebaya itu tidak sesuai dengan kebutuhan mereka,” lanjut Rohim.

Dirinya menyatakan meskipun program Probebaya berhasil mendistribusikan anggaran sebesar Rp100 juta per tahun kepada setiap RT di Samarinda, namun masih menimbulkan pertanyaan apakah program ini benar-benar melibatkan masyarakat secara luas.

Lanjut, Rohim menyebutkan ada tiga isu utama yang menjadi fokus klarifikasi Pansus LKPj yaitu partisipasi masyarakat dalam penentuan program, indikasi penyelewengan, dan politisasi program.

“Jadi itu tiga isu yang saya tadi coba klarifikasi ke Bapedda soal Probebaya dan dari pemaparan Bapedda memang ada beberapa yang memang masih perlu perbaikan-perbaikan,” ungkapnya.

Akhir, Rohim menekankan dalam proses perbaikan, pentingnya pembentukan tim yang bertanggungjawab untuk mengevaluasi dan mengawasi terkait program tersebut. (Dery/Adv/DPRDSamarinda)

BACA JUGA :  Pimpinan DPRD Sepakat Jadikan Kaltim Sebagai Lumbung Pangan untuk IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1

Back to top button