DPRD BontangPariwara

Gelar Konsultasi Raperda PUG dalam Pembangunan Daerah, Komisi I DPRD Bontang Target Sahkan Tahun Ini

Garda.co.id, Bontang – Komisi I DPRD Bontang menggelar konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengarusutaamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Daerah, di Sekretariat DPRD, Selasa (09/11/2021).

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Paripurna gedung DPRD Bontang itu turut menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang, sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga unsur dari Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Bontang.

Wakil Ketua Komisi I Raking memimpin jalannya agenda tersebut. Didampingi anggota Komisi I Muhammad Irfan, Abdul Haris dan Ma’ruf Efendi. Kajari Bontang, Dasplin turut hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Raking menyampaikan, Raperda usulan Pemkot Bontang ini akhirnya rampung, setelah dibahas selama kurang lebih setahun. “Berisi 23 pasal dan 10 BAB itu,” ungkapnya usai rapat.

Politisi Partai Berkarya itu menyampaikan, Raperda ini mengalami keterlambatan pembahasan karena masa pandemi Covid-19 yang membatasi pertemuan tatap muka. Sementara untuk skema rapat virtual, dinilai kurang efektif.

“Selanjutnya Raperda ini akan kami konsultasikan ke Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia). Target tahun ini bisa disahkan menjadi Perda (Peraturan Daerah),” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Bontang, Dasplin mengusulkan, untuk kedepan, keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah agar lebih diprioritaskan.

“Seperti dalam hal penerimaan tenaga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau tenaga honorer, agar calon peserta dengan nilai yang sama, harus diutamakan terpenuhinya 30% perempuan.

“Kalau bisa dalam proses seleksi nantinya diutamakan 30% perempuan,” usulnya.

Dasplin juga memberikan semangat kepada kaum perempuan. Bahwasanya, perempuan saat ini juga banyak yang menjadi tonggak dalam pembanguna daerah.

“Jadi perempuan masa kini, itu tidak boleh lemah. Perempuan harus bangkit. Sekarang sudah banyak perempuan yang mempunyai keterlibatan dalam pembangunan daerah,” ucapnya. (fn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button